DATARAN TOILI WISATA ALAM : SERIBU CEMARA DI PANTAI MINAHAKI

STUDI KASUS BUDAYA LOKAL MASYARAKAT TOILI

  • Komang Triawati STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah
Keywords: Wisata Alam,, Pantai Minahaki seribu Cemara,, Budaya Lokal

Abstract

Wisata Alam kini menjadi icon favorit bagi masyarakat Lokal khususnya dataran Toili dengan icon terbaru yang menjadi andalan masyarakat sekitar adalah Pantai minahaki yang menawarkan seribu cemara tempat wisata yang digunakan untuk berpiknik bersama keluarga atau menghabiskan waktu luang dengan bersantai dan menikamti desiran angin di pantai minahaki tersebut. Kini Pantai yang dulu hutan belantara dan tak berpenghuni di sulap oleh masyarakat sekitar menjadi pantai yang sejuk, indah dan rapi serta memiliki nilai seni dengan di pasangnya berbagai elemen perlengkapan kemping seperti Ayunan gantung (Hammock), Tenda berwarna warni, alat-alat kemping lainnya agar keindahan dan keseruan masyarakat lokal menikmati suasana pantai minahaki pohon cemara yang berjejer rapi di sepanjang pantai dan pasir hitam yang menjadi andalan pantai minahaki tersebut. Dampak budaya yang terlihat adanya akulturasi budaya yang mempengaruhi letak pantai minahaki yakni saluan, Jawa, bugis, bali, lombok, dan penduduk asli yakni Ta’a yang mendiami dataran Toili khususnya daerah Minahaki.  Budaya menjadi cara hidup untuk berkembang sebab orang atau kelompok akan mewarisi budya melalui generasi baik segi bahasa, adat istiadat, pakaian, bangunan dan karya seni. Pantai Minahaki memiliki paronama yang sangat indah yang identik dengan pohon cemara yang biasa di juliki pantai seribu cemara. Studi kasus Budaya Lokal masyarakat Toili menjadi sebuah keragaman budaya yang tumbuh melalui sudut pandang etnis, agama, dan budaya itu sendiri.

References

Himawan Priyambodo.2011. Etnis Jazz, Modernisasi Musik Jazz Indonesia tahun 1980-1990-an sebuah Tinjauan Kebudayaan Indonesia. Jurnal HITSMA. Juli 2011, Vol.1. no.1

Aliefien Soetopo. Mengenal Lebih dekat : Wisata Alam indonesia. Jakarta. Gramedia

Daddi H Gunawan. 2014.Perubahan Sosial di Pedesaan Bali dualitas, Kebangkitan Adat, dan Demokrasi Liberal. Serpong, Tanggeran Selatan : Marjin Kiri

Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, 2010. Pariwisata Pro Rakyat Meretas Jalan Mengentaskan Kemiskinan di Indonesia. Jakarta : Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

R. G. Soekadijo, 2000. Anotomi Pariwisata Memahami Pariwisata sebagai “Systemic Linkage”. Jakarta : Gramedia Pustaka utama

Syakir Mahid, dkk. 2009. Sejarah Sosial Sulawesi Tengah. Yogyakarta : Pilar media.

Piotr Sztompka. 2014. Sosiologi Perubahan Sosial.Jakarta: Prenada Media group

Dini Dhalyana, dkk. 2013. Pengaruh taman wisata alam pengandaran terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat ( Studi : desa Pengandaran kecamatan Pengandaran kabupaten Ciamis Jawa Barat). Jurnal Sosiologi Pedesaan, Hlm 182-199. Depertemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia. IPB

Sulteng Terkini, (2018). Bupati Banggai buka Toili Expo dan Festival 2018. https://sultengterkini.com. Senin 10 Juni 2019 akses 16.00 wita

I Ketut Sudiarta, 1993. Motivasi Masyarakat Bali Bertransmigrasi Ke Daerah Sulawesi Tengah 1953-1989. Skripsi SI,Denpasar. Tidak diterbitkan.

Komang Triawati. 2013. Modernisasi Dataran Toili: Orang Bali di Desa Tirtakencana 1970-2008. FKIP Universitas Tadulako. Palu : tidak diterbitkan

Mohammad Sairin, 2011. Terbentuknya Etnis Baru : sejarah Keluarga di Sirenja 1940-2009. Skripsi. Palu. Tidak di terbitkan
Published
2019-06-10
How to Cite
Triawati, K. (2019). DATARAN TOILI WISATA ALAM : SERIBU CEMARA DI PANTAI MINAHAKI. Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility, 1(1), 21-30. Retrieved from http://jurnal.stahds.ac.id/jurnalPariwisataPaRAMA/article/view/256