KAJIAN MAKNA DAN FUNGSI PIS BOLONG DALAM UPACARA DEWA YAJNA BAGI UMAT HINDU DI KOTA PALU

  • Gede Merthawan
Keywords: Makna, Fungsi, Pis Bolong, Upacara Dewa Yadnya

Abstract

Pis bolong merupakan sarana upakara yang memiliki kedudukan yang sangat penting yaitu inti dari sebuah yajna. Dalam hakekatnya pis bolong yang digunakan dalam upacara dewa yajna yakni pis bolong asli yang mengandung unsur panca datu yang meliputi perak, tembaga, emas, besi, dan kuningan yang mewakili panca dewata dalam ajaran agama Hindu. Namun pada saat ini umat Hindu  yang  ada  di  Kota  Palu  menggunakan  pis  bolong  jenis  seng  yang berbahan dasar dari seng atau hanya berbahan dasar dari satu logam saja yang hanya dibuatkan lubang tanpa disertai huruf pada kedua sisinya.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah makna dan fungsi pis bolong dalam upacara dewa yajna bagi umat Hindu di Kota Palu? 2) Bagaimanakah nilai-nilai religius penggunaan pis bolong dalam upacara dewa yajna bagi umat Hindu di Kota Palu? Penelitian ini memiliki tujuan  yaitu: 1)  Untuk  mengetahui  makna dan  fungsi  pis  bolong dalam upacara dewa yajna bagi umat Hindu di Kota Palu. 2) Untuk mengetahui nilai-nilai religius penggunaan pis bolong dalam upacara dewa yajna bagi umat Hindu di Kota Palu.

Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan adalah Teori Simbol, Teori Religi dan Teori Nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan terdiri dari pinandita atau pemangku, sarati, parisadha, tokoh umat dan beberapa umat Hindu di Kota Palu. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan, dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu peneliti sebagai instrumen kunci. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian: Makna dan fungsi pis bolong dalam upacara dewa yajna khususnya pada daksina yaitu : Pis bolong panca datu   bermakna sebagai lambang atau simbol dari windu (O) yang berarti kekosongan atau kesucian tanpa noda yang merupakan inti dari pada sebuah yajna dan sebagai lambang kekuatan  panca  dewata  (panca  datu)  yang  dapat  menghadirkan  Ida  Sang Hyang Widhi Wasa. Fungsi pis bolong yaitu: Sebagai sarana untuk menghubungkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan sebagai sesari. Nilai-nilai   religius   penggunaan   pis   bolong   dalam   upacara   dewa   yajna khususnya pada daksina yaitu: Nilai kejujuran dan nilai tanggung jawab.

References

Arisanti. Nyoman. 2015. Uang Kepeng Dalam Kehidupan Masyarakat Bali Kontemporer. Tesis (tidak diterbitkan). Program Magister Program Studi Kajian Budaya Program Pasca Sarjana Universitas Udayana Denpasar. Di akses Tanggal 10 Juli 2017. Dalam http//erepo.unud.ac.id.

. Nyoman. 2017. Uang Kepeng Dalam Perspektif Masyarakat Hindu Bali Di Era Globalisasi. Tidak Diterbitkan. Alumnus Program Studi Kajian Budaya Pasca Sarjana Universitas Udayana Denpasar. Di akses Tanggal 10 Juli 2017. Dalam https//erepo.unud.ac.id.

Oka, Ida Pedanda Gde Nyoman Jelantik. 2009. Sanatana Hindu Dharma. Denpasar: Widya Dharma.

Saputra, I Made Dian. 2011. Dekonstruksi Uang Kepeng Aksara Bali Dalam Masyarakat Hindu. Tidak diterbitkan.

Sudarma, I Putu. 2008. Esensi Uang Kepeng Dalam Ritual Hindu. Surabaya: Paramita.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Titib, I Made. 2003. Teologi Dan Simbol-Simbol Dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.
Published
2017-06-12
How to Cite
Merthawan, G. (2017). KAJIAN MAKNA DAN FUNGSI PIS BOLONG DALAM UPACARA DEWA YAJNA BAGI UMAT HINDU DI KOTA PALU. Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 8(1), 21-28. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v8i1.215