IMPLEMENTASI KEDUDUKAN ANAK LAKI-LAKI TARHADAP SISTEM PEMBAGIAN WARIS PADA MASYARAKAT HINDU DI KOTA PALU

  • Gede Merthawan STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah
Keywords: Implementasi, Kedudukan anak laki-laki, Sistem pembagian waris.

Abstract

Waris memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Hukum waris adalah bagian dari hukum kekayaan, akan tetapi erat sekali kaitannya dengan hukum keluarga, karena seluruh pewarisan menurut undang-undang berdasarkan atas hubungan keluarga sedarah dan hubungan perkawinan. Masyarakat Hindu di kota Palu menganut sistem kekeluargaan patrilineal atau kebapaan yang lebih dikenal luas dalam masyarakat Hindu  dengan istilah kepurusaan atau purusa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman atau pengetahuan masyarakat Hindu tentang kedudukan anak laki-laki terhadap sistem pembagian waris menurut Hukum Hindu di Kota Palu dan untuk mengetahui implementasi kedudukan anak laki-laki terhadap sistem pembagian waris pada masyarakat Hindu di Kota Palu.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan porposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelitian, bahwa masyarakat Hindu Kota Palu sebagian besar sudah memahami sistem pembagian waris menurut Hukum Hindu, pengetahuan tersebut didapat dari membaca buku-buku atau kitab suci yang mengatur tentang hal itu, ataupun dari pergaulannya dimasyarakat, selain itu anak laki-laki memiliki kedududkan tertinggi dibandingkan dengan pihak perempuan, hal ini dikarenakan anak laki-laki sebagai pewaris utama memiliki kewajiban untuk merawat orang tuanya, memiliki kewajiban dalam membangun dan merawat pura keluarga (sanggah), demikian juga kewajibannya dalam proses pengabenan para leluhurnya yang sudah meninggal dunia

References

Gelgel, I Putu. 2006. Hukum Hindu Tentang Ruang Lingkup Dan Sumber-Sumbernya. Widya dharma universitas hindu dharma. Denpasar.
Mertamupu, I Ketut. 2012. Pembagian Warisan Yang Sama Antara Laki-laki Dengan Perempuan Bukan Sebuah Keadilan.(akses tanggal 19 Mei 2013). Tersedia dalam URL: http://www.kompasiana.com/mertamupu.co.id.
Pudja dan Sudarta. 2003. Manawa Dharma Sastra. Mitra Kencana Buana. Jakarta.
Pudja, Gde. 1977. Hukum Kewarisan Hindu yang Diresertir Kedalam Hukum Adat di Bali dan Lombok. Junasco. Jakarata.
Surwansyah, Absyar. 2005. Suatu kajian tentang hukum waris adat masyarakat Bangkok Jambi. Tesis. Tidak dipublikasikan. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang

Tim, 2006. Buku Pelajaran Agama Hindu Kelas VIII. Denpasar : Widya Dharma.
Usman dan Akbar. 1995. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Raja Grafindo.
Published
2018-12-10
How to Cite
Merthawan, G. (2018). IMPLEMENTASI KEDUDUKAN ANAK LAKI-LAKI TARHADAP SISTEM PEMBAGIAN WARIS PADA MASYARAKAT HINDU DI KOTA PALU. Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 9(2), 30-36. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v9i2.241