Grup WhatsApp Sebagai Media Pembelajaran

  • I Made Pustikayasa IAHN-TP Palangka Raya
Keywords: WhatsApp, Media, Pembelajaran, Media Sosial

Abstract

Tren penggunaan media sosial (medsos) belakangan ini semakin meningkat. Salah satunya adalah penggunaan aplikasi WhatsApp di Indonesia semakin pepuler, dimana hingga tahun 2018 saja pengguna WhatsApp tercatat mencapai 124 juta dan terus menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Melihat dari berbagai fitur yang ditawarkan oleh WhatsApp, grup WhatsApp menjadi fitur yang unik sebagai media untuk berkomunikasi dan bertukar berbagai file antara peserta dalam satu grup. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin maju, sektor pendidikan juga hendaknya dapat melihat peluang yang dapat dimanfaatkannya untuk menunjang proses pembelajaran dengan tetap memperhatikan ketersediaan dan efektivitasnya. WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang saat ini sudah banyak digunakan sebagai alat komunikasi termasuk di lingkungan dunia pendidikan dalam hal ini adalah pendidik maupun peserta didik. Dalam upaya mendukung kelangsungan proses pendidikan dan pembelajaran, grup WhatsApp dapat gunakan sebagai media pembelajaran, sehingga pembelajaran dapat terlaksana tanpa dibatasi ruang dan waktu. Artinya, pembelajaran tetap terlaksana tidak hanya sebatas tatap muka dalam kelas saja, tetapi pembelajaran juga dapat dilaksanakan di luar jam-jam pelajaran. Dengan menggunakan grup WhatsApp pendidik diharapkan tidak hanya melaksanakan pembelajaran berdasarkan kurikulum semata, tetapi juga dapat memberi dorongan untuk membangkitkan, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik, sehingga tujuan suatu pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

References

DAFTAR RUJUKAN

Aji, S. H. (2018). Pengembangan Aplikasi Layanan Pesan Instan Whatsapp Sebagai Sumber Belajar Mandiri untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Fisika Materi Pokok Efek Rumah Kaca Peserta Didik Kelas XI SMAN 1 Purwokerto. (Intergovernmental Panel on Climate Change, Ed.), Univesitas Negeri Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Barhoumi, C. (2015). The Effectiveness of WhatsApp Mobile Learning Activities Guided by Activty Theory on Students’ Knowldege Management. Contemporary Educational Technology, 6(3), 221–238.

Cetinkaya, L. (2017). The Impact of Whatsapp Use on Success in Education Process. The International Review of Research in Open and Distributed Learning, 18(7). https://doi.org/10.19173/irrodl.v18i7.3279

Databoks. (2019). Berapa Pengguna Media Sosial Indonesia? | Databoks. Retrieved October 14, 2019, from https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/02/08/berapa-pengguna-media-sosial-indonesia

Eshach, H. (2007). Bridging in-school and out-of-school learning: Formal, non-formal, and informal education. Journal of Science Education and Technology, 16(2), 171–190. https://doi.org/10.1007/s10956-006-9027-1

Falahudin, I. (2014). Pemanfaatan Media dalam Pembelajaran. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 1(4), 104. Retrieved from www.juliwi.com

Hadya Jayani, D. (2019). Pengguna WhatsApp di Indonesia. Retrieved October 30, 2019, from https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/05/23/akses-dibatasi-berapa-pengguna-whatsapp-di-indonesia

Kemenperin. (2019). Making Indonesia 4.0. Kementerian Perindustrian RI, 1–8. https://doi.org/10.7591/9781501719370

Kustandi, C., & Sutjipto, B. (2013). Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.

Legg, A. M., & Wilson, J. H. (2009). E-Mail from Professor Enhances Student Motivation and Attitudes. Teaching of Psychology, 36(3), 205–211. https://doi.org/10.1080/00986280902960034

Nurseto, T. (2012). Membuat Media Pembelajaran yang Menarik. Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan, 8(1). https://doi.org/10.21831/jep.v8i1.706

Pence, H. E. (2007). Preparing For the Real Web Generation. J. Educational Technology System, 35(3), 347–356. https://doi.org/10.1049/me:20010210

Pranajaya, & Wicaksono, H. (2017). Pemanfaatan Aplikasi Whatsapp (WA) di Kalangan Pelajar (Studi Kasus di Mts Al Muddatsiriyah dan Mts Jakarta Pusat). In Prosiding SNaPP2017 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora (pp. 98–109). unisba.ac.id. Retrieved from http://proceeding.unisba.ac.id/index.php/sosial/article/view/808

Pringgawidagda, & Suwarna. (2002). Strategi Penguasaan Bahasa. Yogyakarta: Adi Cita Karya Nusa.

Rombepajung. (1988). Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Asing. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Rosdiani, D. (2013). Perencanaan Pembelajaran dalan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.

Simon, S. (2016). Mobile instant messaging support for teaching and learning in higher education. Internet and Higher Education, 31, 32–42. https://doi.org/10.1016/j.iheduc.2016.06.001

Thobroni, M. (2015). Belajar dan Pembelajaran Teori dan Praktek. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Truby, D. (2010). “What Really Motivates Kids” Instructor, 119(4), 26–29.

Utomo, S. W., & Ubaidillah, M. (2018). Pemanfaatan Aplikasi WhatApp pada Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mata Kuliah Akuntansi Internasional di Universitas PGRI Madiun. Jurnal Teknologi Pendidikan, 06(02), 199–211.

Published
2019-12-23
How to Cite
Pustikayasa, I. M. (2019). Grup WhatsApp Sebagai Media Pembelajaran. Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 10(2), 53-62. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v10i2.281