PELAKSANAAN UPACARA MAGEDONG-GEDONGAN MENURUT AJARAN AGAMA HINDU

  • Ni Luh Ayu Eka Damayanti STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah
Keywords: Pelaksannaan, Upacara magedong-gedongan, menurut ajaran agama Hindu

Abstract

Ajaran Agama Hindu meliputi tiga kerangka yaitu filsafat, etika dan upacara. Dalam pelaksanaannya diimplementasikan oleh umat Hindu secara utuh. Biasaya yang sering dilaksanakan adalah bentuk upacaranya. Upacara magedong-gedongan adalah upacara bayi dalam kandungan yang disucikan oleh umat Hindu. Magedong-gedongan berasal dari kata “gedong” yang berarti gua garba. Gua artinya  pintu yang ada di dalam, garba artinya perut. Jadi, gua garba artinya pintu yang dalam  berada pada perut ibu. Dalam hal ini yang dimaksud kehidupan pertama itu adalah bayi. Untuk keselamatan bayi dalam perut ibu inilah dilakukan upacara magedong-gedongan. Pada waktu hamil telah menginjak umur 6 bulan saka maka para Dewata telah lengkap menganugrahi organ tubuh manusia (lontar Angastyaprana), maka calon ayah dan calon ibu sudah menyiapkan diri untuk melakukan upacara magedong-gedongan memohon keselamatan bayi dan ibunya.

References

DDwiloka, Bambang. Riana, Ratni. 2011. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta : PT Rineka Cipta

Indra, Suartawan. 2014. upacara mapandes (potong gigi). Makalah

Hasan, Iqbal. 2002. Metodelogi Penelitian Dan Analisisnnya. Jakarta: Ghra Indonesia.

Jones, Pip. 2009. Pengantar Teori-Teori Sosial, Jakarta : Yayasan Obor Indonesia

Kajenk, I Nyoman. 2003. Sarasamuccaya, Jakarta : Pustaka Mitra Jaya

Miles, Matthew B dan A Michel Huberman, 1992. Analisis Data Kualitatif, penterjemah; Tjetjep Rohendi Rohidi, Jakarta: (UI-Press)

Mustopa, Putu Edi. 2013. Persepsi Remaja Hindu Tentang Arti Dan Makna Perkawinan Di Desa Rio Mukti Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala. Skripsi. STAH: Palu

Navami, Rama. 2003. Intisari Ajaran Hindu, Surabaya : Paramita

Nawawi, Hadari. 2005. Metode penelitian bidang sosial, Yogyakarta: Gadjah Mada University Prass

Oka Netra, Anak Agung Gde. 1997. Tuntunan dasar agama hindu, Jakarta : Hanoman Sakti.

Pudja, Gede. 2003. Bhagawadgita, Jakarta : Pustaka Mitra Jaya

Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Metode penelitian kajian budaya dan ilmu social Hmaniora pada umumnya. Denpasar : Paramita

Setokoe, Bambang Rahino. 2002. Menulis artikel dan karya ilmiah. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Suarjaya, Wayan. Wiriani, ketut, dkk. 2008. Panca Yadnya. Denpasar : Widya Dharma.

Subagyo, Joko. 2006. Metode penelitian dalam teori dan praktek, Jakarta : PT Asti Mahasatya.

Sudiana, I. Nyoman, I. Nengah Suliarta, Gde Purwana Saputra, Wayan Sudiarta, Made Sumadra, Nengah Negara, and Wayan Pageyasa. 2018. “Physical Sciences in Vedas: A Practical Review.” Pp. 34–46 in International Proceedings.

Suliartini, Ni Made. 2014. Tradisi Keluarga Mabase Tegeh Rangkaian Upacara Perkawinan di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar Kab Buleleng. Skripsi. IHDN: Denpasar

Sulistyaningsih. 2009.

Metode kebidanan. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Surayin, Ida Ayu Putu. 2004. Manusa yajna,Surabaya : Paramita.

Surya, I Gede. 1994. Agama Hindu Sebuah Pengantar. Denpasar : CV Kayumas Agung

Susila, I Nyoman. Dkk, 2009. Acara Agama Hindu, Jakarta.

Titib, I made. 1997. Weda.Jakarta : Hanuman Sakti

Published
2020-06-30
How to Cite
Eka Damayanti, N. L. (2020). PELAKSANAAN UPACARA MAGEDONG-GEDONGAN MENURUT AJARAN AGAMA HINDU. Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 11(1), 60-70. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v11i1.344