KEDUDUKAN DAN PERAN BADAN PENYIARAN HINDU DALAM PEMBINAAN KEHIDUPAN KEAGAMAAN DI INDONESIA

  • Untung Suhardi SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU DN JAKARTA
  • Lusiana Oktaviani SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU DHARMA NUSANTARA JAKARTA
  • I Made Biasa SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU DHARMA NUSANTARA JAKARTA
  • Indra Prameswara SEKOLAH TINGGI AGAMA HINDU DHARMA NUSANTARA JAKARTA
Keywords: Penyiaran HIndu, Pembinaan, Kedudukan

Abstract

Penelitian ini bertema tentang tempat penyiaran dewan Hindu di Indonesia. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif desain untuk garis besar posisi terkait Badan Penyiaran Hindu (BPH). Penelitian ini dilakukan di BPH Pusat, BPH Banten dan BPH DKI Jakarta. Proses mengumpulkan data dalam studi ini melalui: pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Temuannya adalah Kedudukan Badan Penyiaran Hindu dalam keorganisasian umat Hindu saat ini berada dibawah naungan Parisada, jika BPH Pusat berada dibawah Parisada Pusat dan BPH Provinsi berada dibawah Parisada Provinsi. Secara hierarkis BPH berada dibawah Parisada setempat, secara koordinasi BPH Pusat mempunyai hubungan dengan seluruh BPH Daerah. Untuk mencapai tingkat kemantapan sebuah organisasi, perlu dilakukan tahapan-tahapan yang lebih matang. Terutama kesiapan organisasi dalam menghadapi tantangan-tantangan internal maupun eksternal. Pada dasarnya bahwa kemantapan kondisi terbentuk berkat pertukaran yang berlangsung terus menerus, antara pengaliran energi yang masuk kedalam sistem dan pengaliran keluar produk dari sistem ke lingkungan.

References

Adiputra, G. R. (2003). Pengetahuan Dasar Agama Hindu (I). Jakarta: STAH DN Jakarta.
Ardianto, Elvinaro, Lukiati Komala, S. K. (2017). Komunikasi Massa Suatu Pengantar (I). Bandung: Refika Offset.
Arni, M. (2009). Komunikasi Organisasi (I). Jakarta: Bumi Aksara.
Arwildayanto. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Pendekatan Budaya Kerja Dosen Profesional 1 (I). Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.
Danim, S. (2002). Menjadi Peneliti Kualitatif (Ancangan Metodologi, Presentasi Dan Publikasi Hasil Penelitian Untuk Mahasiswa Dan Peneliti Pemula Bidang Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora. Bandung: Pustaka Setia.
Kamera, U. (2018). Post-Truth Hoax dan Religiusitas di Media Sosial. Ilmu Aqidah Dan Studi Keagamaan, 6(2), 283–302.
Morisan. (2013). Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi (4th ed.). Jakarta: Kencana Prenada Media Groub.
Sueca, I. N. (2015). Budaya Organisasi Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama dalam Pembinaan Pasraman di Kota Mataram provinsi Nusa Tenggara Barat. Universitas Hindu Indonesia, Denpasar.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan Research and Development) (12th ed.). Bandung: CV. Alfabeta.
Suhardi, U. (2015). Manajemen Pembinaan Umat Hindu Melalui Dharma Duta di DKI Jakarta. Jakarta.
Suhardi, U. (2018). Etika Komunikasi dalam Veda (Tinjauan Fenomenologi pada Era Globalisasi). PASUPATI Jurnal Ilmiah Kajian Hindu Dan Humaniora, 5(1), 61–80.
Tim Penyusun. (2011). Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga PHDI Pusat. Jakarta: PHDI Pusat.
Titib, I. M. (2003). Teologi & Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.
Triguna, IBG Yudha, et. a. (2009). Pedoman Juru Penerang Dan Penyuluh Agama Hindu. Jakarta: Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI.
Published
2020-06-30
How to Cite
Suhardi, U., Oktaviani, L., Biasa, I., & Prameswara, I. (2020). KEDUDUKAN DAN PERAN BADAN PENYIARAN HINDU DALAM PEMBINAAN KEHIDUPAN KEAGAMAAN DI INDONESIA. Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 11(1), 44-59. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v11i1.352