RSI AGASTYA: TOKOH LEGENDARIS DALAM AJARAN AGAMA HINDU

  • Ni Wayan Sri Rahayu Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa
  • Ni Made Sumaryani The Hindu Center Of Indonesia
Keywords: Arca, Rsi Agastya, Ajaran

Abstract

Studi ini berbicara mengenai Arca Rsi Agastya yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Dalam ajaran agama Hindu tokoh Rsi Agastya diyakini sebagai menyebarkan ajaran agama Hindu baik di India maupun di Indonesia. Mengingat besarnya jasa dan kemuliaan Rsi Agastya dalam menyebarkan agama Hindu, maka berbagai istilah Dharma yang diberikan kepada Rsi Agastya seperti Agastya Yatra dan Pita Segara. Arca Agastya yang ditemukan di Indonesia pada umumnya memiliki dua tangan dan masing-masing membawa laksana berupa Kamandalu, Trisula atau membawa Aksamala. Dari penemuan-nemuan orkelogi tersebut dapat dilihat mengenai konsep teologi yang dibangun oleh masyarakat Hindu pada zaman dahulu yakni selain sebagai representasi dari Dewa Siwa, Rsi Agastya juga diposisikan sebagai Adi Guru atau guru yang utama dalam memberikan pembelajaran.

References

Astawa, Ida Bagus Nyoman. (2001). Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Lontar Agastya Parwa. Skripsi. Denpasar. Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Atmojo, Sukarto Karto. (1983). Arti Air Kehidupan Dalam Masyarakat Jawa. Proyek Javanologi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Pengembangan Kebudayaan.

Bagus, Gde A.A. (1995). Laksana Trisula dan Kamandalu Pada Arca Rsi Agastya di Pura Bukit Manik Buruan, Gianyar. FA. No1 hlm 41-53.

Basudewa, Dewa Gede Yadhu. Laksana Arca Durga Mahisasuramardini di Bali: Sebuah Tinjauan Variasi Makna. Jurnal Siddhayatra: Jurnal Arkeologi. Vol. 24. No. 2. Hlm. 128-149.

Liebert, Gosta. (1976). Iconographic Dictionary of The Indian Religions Hinduism-Budhhism-Jainisme. Leiden. E.J.Brill.

Mahadevan, Iravatham. (1986). Agastya Legend and the Indus Civilization. Diakses dari http://www.rmrl.in/wp-content/uploads/2014.

Mansur, Mustafa. (2014). Pengaruh Hindu Pada Beberapa Wilayah di Jawa Barat Melalui Arca-Arca Koleksi Museum Sribaduga. Jurnal Etnohistori, Vol. 1 No. 2 September. Ilmu Sejarah Universitas Khairun.

Pillai, Sivaraja. (2007). Agastya In The Tamil Land (Tamil: University of Mandras).

Poerbatjaraka, (1992). Agastya di Nusantara. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Pradopo, Rachmat Djoko. (2019). Semiotika: Teori, Metode dan Penerapannya. Jurnal Humaniora. Vol. 7 Januari-Maret. Halm 42-48

Puspa, Ida Ayu Tari & Ida Bagus Subrahmaniam Saitya. (2017). Implementasi Yadnya Dalam Teks Agastya Parwa Pada Kehidupan Beragam Umat Hindu di Bali. Surabaya: Paramita.

Rahayu, N. W. S. (2020). BHATARA GURU DALAM TRADISI BUGIS KUNO (Perspektif Lontara I La Galigo). Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 11(2), 71-82.

Sukatno, Otto. (2004). Dieng Poros Dunia: Menguak Jejak Peta Surga Yang Hilang. Yogyakarta: iRCiSoI

Surpi, Ni Kadek. (2019). Teologi Hindu di Kompleks Percandian Dieng Wonosobo Jawa Tengah. Hasil Penelitian. Denpasar: Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/agastya.

Published
2021-06-23
How to Cite
Rahayu, N. W., & Sumaryani, N. M. (2021). RSI AGASTYA: TOKOH LEGENDARIS DALAM AJARAN AGAMA HINDU. Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 12(1), 47-56. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v12i1.391