PASAR TRADISIONAL SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KOTA PALU

  • Irmayanti Diah Jatiningsih STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah
Keywords: Pasar Tradisional, Daya Tarik Wisata, Kota Palu

Abstract

Pasar tradisional dapat menjadi obyek wisata yang menarik minat wisatawan, bila dikemas dengan baik, menari dan memuat konsep wisata kekinian. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar pasar tradisional bisa menjadi daya tarik wisata yaitu: Pertama, mengubah kesan pasar sebagai tempat yang kumuh menjadi tempat yang menarik, bersih, dan rapih. Kedua, memiliki ciri khas yang bersifat tradisional, baik dari aspek tempat maupun ragam dagangan seperti sayur, buah, maupun kuliner. Ketiga, memadukan unsur-unsur tradisonal dalam pasar, seperti transaksi jual beli dengan unsur-unsur tradisional lain, seperti atraksi seni budaya dan permainan tradisional. Dengan demikian pasar tradisional yang ada di suatu daerah akan berbeda dengan daerah lain. Keempat, dapat dikunjungi oleh semua kalangan, baik wanita maupun laki-laki, anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Kelima, memiliki latar belakang pemandangan yang indah, unik, dan menarik, seperti bentang alam pegunungan, sawah, sungai, danau, laut, maupun bangunan bersejarah. Keenam, memadukan panorama pasar tradisional dengan tren wisata kekinian, yaitu dengan menyediakan spot menarik untuk berswafoto. Ketujuh, dikelola secara profesional dengan mengutamakan pelayanan dan kepuasan pengunjung, serta dipromosikan secara masif melalui media sosial. Selain itu, memiliki kalender even yang berkesinambungan, dan selalu menyuguhkan inovasi dalam atraksi seni budaya. Setiap daerah, sesungguhnya bisa mengembangkan pasar tradisional dengan konsep wisata, asalkan punya keunikan masing-masing.

References

Abdullah, I. (2006). Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Geertz, C. (1963). Peddlers and Princes: Social Change and Economic Modernization in Two Indonesian Towns. Chicago: The University of Chicago Press.

Miles dan Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Negara, P. D. (2011, Juli 26). Kumandang Pasar Tradisional. Retrieved Mei 3, 2014, from suaramerdeka.com: http://m.suaramerdeka.com/index. php/read/cetak/2011/07/26/15386 4.

Polanyi, Karl. 2003. The Great Transformation: The Political and Social Origins of Our Time (Alih Bahasa M Taufiq Rahman). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahadi, R. A. (2012). Factors Related to Repeat Consumption Behaviour:A Case Study in Traditional Market in Bandung and Surrounding Region. Procedia - Social and Behavioral Sciences, Volume 36, 529-539.

Reardon, T. (2003). The Rise of supermarket in Africa, Asia, and Latin America. American Journal of Agricultural Economics , 85-90.

Published
2021-12-31
How to Cite
Jatiningsih, I. (2021). PASAR TRADISIONAL SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KOTA PALU. Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility, 2(1), 1-6. Retrieved from https://jurnal.stahds.ac.id/jurnalPariwisataPaRAMA/article/view/370