AJEG BALI : WISATA KULINER DEWATA DI TANAH KAILI

  • Komang Triawati STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah
Keywords: Ajeg Bali, Wisata Kuliner, Tanah Kaili

Abstract

Mengkaji mengenai Wisata Kuliner merupakan makanan lokal yang menjadi salah satu Budaya leluhur Orang Bali Dewata di Tanah Kaili. Tanah Kaili merupakan Tanah Rantau yang di tinggali Orang Bali sejak adanya kebijakan transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah pada masa masa kolonial tepatnya pada tahun 1950-an. Keberadaan Dewata (Pura) menjadi indentitas Orang Bali di Palu. Sehingga Dewata (Pura) sebagai simbol permersatu Orang Bali di Palu. Tiga pertanyaan pokok yang hendak di jawab dalam tulisan ini, yaitu Bagaimana Ajeg Bali sebagai Harmoni Sosial Orang Bali di Palu? Seperti apa wisata Kuliner : Sate Lilit, Sayur Urab sebagai indentitas Bali? Mengapa kuliner sebagai warisan Budaya dan Dewata Sebagai Pemersatu Orang Bali di Tanah Kaili? Dewata di Tanah Kaili menjadi simbol bagi orang Bali. Pura sebagai identitas lahirnya Orang di tanah rantau dalam memuja Dewata (Tuhan). Konsep keselarasan atau harmoni sosial yang menjadi penghubung orang Bali tetap ajeg di Palu. Ajeg Bali nampak terlihat dengan miniatur Sanggah (pura kecil) sehingga hal ini menjadi simbol berdirinya Pura Agung di Tanah Kaili.

References

Anggraeni, Dewi. 2008. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Human Karya Wilayah Semarang. Semarang: UNNES

Asosiasi Pariwisata Kuliner Internasional (International Culinary Tourism Association/ICTA)

Daddi H Gunawan. 2014. Perubahan Sosial di Pedesaan Bali : Dualitas, kebangkitan Adat dan Demokrasi Lokal” . Tanggerang : Marjin Kiri.

I Ketut Margi, dkk. 2013. Identifikasi Potensi Wisata Kuliner Bahan Baku Lokal di Kabupaten Buleleng. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. ISSN: 2303-2898 Vol. 2, No. 2, Oktober 2013

I Made Purna, dkk 2019. Betutu Bali : Menuju Kuliner Diplomasi Budaya Indonesia. Patanjala Vol.9 no.2 Juni 2019

I Nyoman Sunada. 2013. Potensi Makanan Tradisional Bali Berbasis Masyarakat sebagai daya tarik wisata di Pasar Umum Gianyar. Tesis. Bali

Indraningsih, G. K. (2019). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PARIWISATA KOTA PALU. Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility, 1(1), 31-40. Retrieved from http://jurnal.stahds.ac.id/jurnalPariwisataPaRAMA/article/view/257

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga tahun 2003

Kementerian Pariwisata RI tahun 2019. PedomanPengembangan Wisata Kuliner. Jakarta : Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Deputi Bidang Pengembanga Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata.

Kuntowijoyo, 2003.Metodologi Sejarah Edisi kedua. Yogyakarta : Tiara Wacana.

Levis Strauss, 2008. Strukturalisme dan Teori Sosiologi.Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Nyoman Wijaya, 2003. Melawan Ajeg Bali: Antara Eksklusivitas dan Komersialisasi. Bali : Tantura

Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, 2010. Ajeg Bali Gerakan, Identitas Kultural dan Globalisasi. Yogyakarta : PT LkiS Printing Cemerlang

Siti Halimah Agustina, dkk , 2019. Walang Goreng Sebagai Ikon Wisata Kuliner Gunung Kidul. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, Vol 8 No 2 September 2019, ISSN: 1978 –192X

Sri Utami. 2018. Kuliner sebagai Identitas Budaya: Perspektif Komunikasi Lintas Budaya. Journal of Strategic Communication Vol. 8, No. 2, Hal. 36-44. Maret 2018 Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila

Suci Fajarni, 2020. Integrasi Tipologi Paradigma Sosiologi George Ritzer dan Margaret M. Poloma. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia Vol. 1, No. 2, 132-147, Juli 2020

Published
2021-12-31
How to Cite
Triawati, K. (2021). AJEG BALI : WISATA KULINER DEWATA DI TANAH KAILI. Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility, 2(1), 7-15. Retrieved from https://jurnal.stahds.ac.id/jurnalPariwisataPaRAMA/article/view/394