PAJAK BERKEADILAN BERDASARKAN CATUR PURUSA ARTHA

  • Untung Suhardi STAH Dharma Nusantara Jakarta
  • Kadek Hemamalini STAH Dharma Nusantara Jakarta
Keywords: Pajak, Manawadharmasastra, Arthasastra, Catur purusa artha, Masyarakat Hindu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan kesadaran masyarakat Hindu tentang pajak  yang dihubungkan dengan konsep ajaran catur purusa artha. Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan paradigma interpretif yang dalam hal ini peneliti memahami makna sosial dari pelaksanaan perpajakan yang dikontekstualisasikan dalam kehidupan dengan menggunakan teori Hermenutika Gadamer. Dari hasil kajian yang dilakukan menurut Arthasastra maupun Manawa Dharmasastra secara jelas menyatakan bahwa pajak memang diperkenankan dalam Hindu. Hal yang penting, pajak dalam ajaran Hindu merupakan  sebuah kegiatan yadnya, yaitu kegiatan tulus ikhlas yang ditujukan sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian warga masyarakat terhadap negaranya. Ajaran catur purusa artha membawa keseimbangan dharma agama dan dharma Negara dalam mendorong umatnya agar memiliki kesadaran membayar pajak sebagai wujud nyata kewajiban setiap warga negara untuk membantu pembangunan bangsa seutuhnya

References

Darmayasa, I. N. dan Y. R. A. (2020). Catur Purusartha Lensa Dekonstruksi Pajak Yang Berkeadilan. Equity, 20(2), 1–16.

Dewantara, A. (2015). Pancasila sebagai Pondasi Pendidikan Agama di Indonesia. CIVIC, 1(1), 640–653. https://doi.org/10.31227/osf.io/5cxbm

Gadamer, H. G. (2007). The Gadamer reader : a bouquet of the later writings. (R. E. Palmer, Ed.) (XXIII). Northwestern: Northwestern University Press.

Hartaka, I. M. dan I. E. S. (2018). Dharma Agama dan Dharma Negara di Era Kekinian. Pariksa-Jurnal Hukum Hindu, 2(1), 81–94.

Hemamalini, K. (2013). Kajian Filsafat Ketuhanan Dalam Budaya Masyarakat Hindu Etnis Tiong Hoa Di Penjaringan Jakarta Pusat. Denpasar.

Kajeng, I. N. (2003). Sarasamuccaya. Surabaya: Paramita.

Kemenkeu, T. (2021). Informasi APBN 2021 Percepatan Pemuliahan Ekomomi dan Penguatan Reformasi.

Koentjaraningrat. (2002). Pengantar Antropologi Budaya. Jakarta: Rineka Cipta.

Misha, P. (2008). Hindu Dharma Jalan Kehidupan Universal. (A. Paramita, Ed.) (I). Surabaya: Paramita.

Pandit, B. (2006). Pemikiran Hindu (Pokok-Pokok Pikiran Agama Hindu Dan Filsafat). (I. D. Paramita, Ed.) (I). Surabaya: Paramita.

Puja, G. T. rai S. (2002). Weda Smrti Compedium Hukum Hindu (II). Jakarta: CV Felita Nursatama Lestari.

Sudharta, T. R. (2003). Slokantara : Untaian Ajaran Etika, Teks, Terjemahan Dan Ulasan. Surabaya: Paramita.

Suhardi, U. (2015). Kedudukan Perempuan Hindu Dalam Kitab Sarasamuccaya (Kajian Etika Hindu) (I). Surabaya: Paramita.

Sukendri, N. (2020). Perpajakan dalam Hindu. Riset Akuntansi Aksioma, 19(1), 1–28.

Takker, S. B. P. (2012). Kautilya’s Arthashastra: The Way Of Financial Management And Economic Governance (6th ed.). Mumbai: Jaico.

Titib, I. M. (2007). Veda Sabda Suci (Pedoman Prakis Kehidupan). (Edisi I). Surabaya: Paramita.

Yasa, I. N. P. (2019). Peran Theory Of Planned Behavior Dan Nilai Kearifan Lokal Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak: Sebuah Kajian Eksperimen. Equitas: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan, 3(2), 149–167.

Published
2021-12-30
How to Cite
Suhardi, U., & Hemamalini, K. (2021). PAJAK BERKEADILAN BERDASARKAN CATUR PURUSA ARTHA. Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 12(3), 214-226. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v12i3.419