REVITALISASI PENGELOAAN DAYA TARIK WISATA SPIRITUAL PURA PONJOK BATU BERBASIS CHSE DI DESA PACUNG, KECAMATAN TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG

  • Nyoman Danendra Putra STAHN Mpu Kuturan Singaraja
  • Pradna Lagatama STAH N Mpu Kuturan Singaraja
  • Komang Aman Wijaya STAH N Mpu Kuturan Singaraja
  • Ni Putu Rika Sukmadewi STAH N Mpu Kuturan Singaraja
Keywords: Revitalisasi, Pura Ponjok Batu, CHSE

Abstract

Pengelolaan Pura Ponjok Batu sebagai daya tarik wisata sepiritual masih mengandalkan pengempon yang ada di areal Pura tersebut serta potensi wisata yang ada belum ditata secara optimal seperti sejarah pura, keberadaan mata airnya, informasi pasang surut air laut, toilet, ruang ganti, akses bagi penderita orang cacat serta fasilitas kesehatan bagi wisatawan. Dengan adanya kondisi pandemi Covid-19 maka dibutuhkan penerapan protokol kesehatan yang berbasis CHSE (Cleanliness, Healty, Safety and Environment Sustainability) di Pura Ponjok Batu.

Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu rancangan kualitatif. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling. Analisis data dan penyajian hasil analisis data menggunakan tahap reduksi data, tahap penyajian data, tahap kesimpulan (verifikasi).

Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi daya Tarik wisata Pura Ponjok batu yaitu wisata spiritual, wisat selfi, wisata tirta, wisata kuliner, wisata agro. Langkah-langkah yang dilakukan pengelola dalam menerapkan pengelolaan Pura Ponjok Batu sebagai daya tarik wisata yaitu menerapkan protokol kesehatan dan destinasi berstandar pada era new normal. Penerapan CHSE di Pura Ponjok Batu dalam pengelolaan daya tarik wisata dinilai potensial dalam mendorong terwujudnya pariwisata berkelanjutan dengan berpedoman pada Panduan pelaksanaan kebersihan, Kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan di daya tarik wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

References

Agustini, Ni Wayan Ria, Ni Komang Rika Dwiastari, Dkk. 2013. Potensi Wisata Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali. Denpasar: Program Studi D4 Pariwisata.

Fennell, David A. 1999. Ecotourism – An Introduction. London and Nyew York: Routledge.

Gulo, W. 2002.Metodologi Penelitian. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).

Maliarsa Ketut dkk. 2020. Kahyangan Jagat Pura Purwa Siddhi Ponjok batu Buleleng Bali. Denpasar: Pustaka Larasan.

Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Petunjuk Operasional Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pariwisata.

Pitana, I Gde. 1999. Community Managemen dalam Pembangunan Pariwisata. Analisis Pariwisata, Volume 2 Nomor 2 Halaman 75-77.

Pratiwi, A.A Manik. 2017. Strategi Pengembangan Wisata Spiritual di Kecamatan Rendang kabupaaten Karangasem Bali: Program Studi Diploma IV Pariwisata.

Strauss, A dan J. Corbin. 2003. Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sukadi, S. (2013). Pengembangan Potensi Pariwisata Spiritual Berbasis Masyarakat Lokal di Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(1), 22872.

Tuhu N. 2019. Peesona dan Daya Tarik Objek Wisata Indonesia. Semarang: ALPRIN

Undang-undang Republik ndonesia No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Undang-undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009.

Wearning, S.And J. Neil. 2000. Ecotourism: Impact, Potentials and Possibilities. Oxford: Butterworth-Heinemann.

Yulianda Fredinan. (2019) EKOWISATA PERAIRAN Suatu Konsep Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata bahari dan Wisata Air Tawar. Bogor-Indonesia: IPB Press

Published
2022-06-28
How to Cite
Putra, N., Lagatama, P., Wijaya, K., & Sukmadewi, N. P. (2022). REVITALISASI PENGELOAAN DAYA TARIK WISATA SPIRITUAL PURA PONJOK BATU BERBASIS CHSE DI DESA PACUNG, KECAMATAN TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG. Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 13(1), 67-80. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v13i1.425