PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT DAN AGAMA HINDU TERHADAP RADIKALISME

Studi Deskriptif Di Kota Palu

  • IK Suparta STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah
  • Ni Nyoman Mastiningsih
Keywords: Persepsi, Tokoh Masyarakat, Agama Hindu, Radikalisme

Abstract

Berbagai peristiwa kekerasan mengatasnamakan agama bermunculan di daerah-daerah seperti di provinsi Sulawesi Tengah. Sulawesi Tengah merupakan provinsi intoleran nomor Dua tingkat nasional. Berdasarkan fakta inilah peneliti merasa tertarik untuk mengangkat penelitian tentang persepsi tokoh masyarakat dan Agama Hindu di Kota Palu terhadap radikalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi tokoh masyarakat dan Agama Hindu terhadap radikalisme dan upaya pencegahan terhadap berkembangnya paham tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengambilan data sekunder dan primer dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan penelusuran kepustakaan. Untuk mendapatkan informan ditentukan secara teknik purposive. Analisis datanya dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, kesimpulan dapat diambil setelah proses analisis deskriptif kualitatif dilakukan dan kemudian dilengkapi dengan beberapa penjelasan termasuk argumentasi. Berdasarkan penelitian maka hasil yang diperoleh bahwa persepsi Tokoh masyarakat dan Agama Hindu yaitu :1) Radikalisme merupakan paham yang menggunakan kekerasan. 2) Radikalisme merupakan paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, intoleransi, berdampak negatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta melawan hukum. 3) Ide radikalisme lebih berbahaya dari tindakan. 4) Organisasi Massa (Ormas) Hindu di Kota Palu belum ada yang terpapar radikalisme. 5) Radikalisme terjadi tidak hanya pada tingkatan organisasi besar tetapi juga ada pada tingkatan keluarga. Upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Radikalisme di Kota Palu meliputi: 1) Meningkatkan pembinaan kepada masyarakat Hindu. 2) Peningkatan pendidikan karakter pada pendidikan formal, informal maupun non formal. 3) Peningkatan keterampilan bagi para pemuda. 4) Peningkatan Kepekaan Sosial. 5) Penegakan Hukum yang adil. 6) Peningkatan pengawasan beredarnya buku pembelajaran yang mengandung nilai-nilai radikalisme.7) Peningkatan kehidupan keluarga yang harmonis dan 8) Perlunya filterisasi informasi. Dengan demikian berbahayanya penyebaran radikalisme di lingkungan masyarakat, menjadi kewajiban setiap warga negara untuk melakukan deradikalisasi.

References

A. Syafi’ AS. (2017) ‘Radikalisme Agama ‎(Analisis Kritis dan Upaya Pencegahannya Melalui Basis Keluarga Sakinah)‎’, Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya, 2(1).

Azra, A. (2018) ‘Terorisme, Radikalisme dan Fundamentalisme’, Siasat, 2(1), pp. 13–17. doi: 10.33258/siasat.v3i1.2.

Darmayasa (2014) Bhagawad Gita (Nyanyian Tuhan). Edisi XIX. Denpasar: Yayasan Dharma Sthapanam.

Ghony, M. D. (2018) ‘Agama Dan Kekerasan Massa’, El-HARAKAH (TERAKREDITASI), 4(3), p. 11. doi: 10.18860/el.v4i3.5166.

Hafid, W. (2020) ‘Geneologi Radikalisme Di Indonesia (Melacak Akar Sejarah Gerakan Radikal)’, Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law, 1(1). doi: 10.33096/altafaqquh.v1i1.37.

Jochnson, D. P. (1994) Teori Sosiologi Klasik dan Modern. jakarta: Gramedia Pustaka.

Mahardika, R. E., Assingkily, M. S. and Kamala, I. (2020) ‘PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP RADIKALISME (Studi Penelitian Deskriptif di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)’, Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 6(1). doi: 10.31943/jurnal_risalah.v6i1.123.

Mulyono, G. P. and Mulyoto, G. P. (2017) ‘RADIKALISME AGAMA DI INDONESIA (Ditinjau dari Sudut Pandang Sosiologi Kewarganegaraan)’, Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(1). doi: 10.25273/citizenship.v5i1.1212.

P.Kotler, G. A. (2016) ‘Manajemen Pemasaran’, in A.Molan (ed.). Jakarta: Indeks.

Rahmat, P. S. (2009) ‘Penelitian Kualitatif’, Journal Equilibrium.

Ratna, N. K. (2010) ‘Sastra Dan Cultural Studies: Representasi Fiksi Dan Fakta’, Pustaka Pelajar, (1871).

Rijal, K. et al. (2020) COLLECTIVE LEADERSHIP ERA POSTMODERN, Widina Bhakti Persada Bandung.

Satriawan, I., Islami, M. N. and Lailam, T. (2019) ‘Pencegahan Gerakan Radikalisme melalui Penanaman Ideologi Pancasila dan Budaya Sadar Konstitusi Berbasis Komunitas’, Jurnal Surya Masyarakat, 1(2). doi: 10.26714/jsm.1.2.2019.99-110.

Supartha, W. G. and Sintaasih, D. K. (2017) Pengantar Perilaku Organisasi, Procedia - Social and Behavioral Sciences.

Tressa, R. (2018) ‘POLICY NETWORK DALAM KEBIJAKAN KONTRA RADIKALISME DI KABUPATEN POSO’, Jurnal Ilmiah Administratie, 11 Nomor :

Wirawan, I. B. (2012) ‘Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma: Fakta Sosial, Definisi Sosial, Dan Perilaku Sosial’, in Buku Paradigma Teori Sosial.

Zidni, E. S. Z. (2018) ‘Kemitraan Keluarga dalam Menangkal Radikalisme’, Jurnal Online Studi Al-Qur’an, 14(1). doi: 10.21009/jsq.014.1.03.

Published
2022-06-28
How to Cite
Suparta, I., & Mastiningsih, N. N. (2022). PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT DAN AGAMA HINDU TERHADAP RADIKALISME. Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 13(1), 1-15. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v13i1.448