https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/issue/feed Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu 2022-06-30T00:00:00+00:00 I Made Nuhari Anta, S.Pd.H., M.Pd imadenuharianta@gmail.com Open Journal Systems <p><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu</span></span></span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> adalah jurnal yang diterbitkan oleh STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah mengundang para peneliti, dosen dan ahli untuk mengirimkan artikel hasil penelitian dan pengabdian yang berkaitan dengan Agama dan Kebudayaan. </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2012 dengan terbitan setiap 6 bulan (dua kali petis) dan telah memiliki nomor e- ISSN: </span></span></span></span><span style="font-size: small;"><a href="http://u.lipi.go.id/1564454527" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-family: helvetica;"><span style="font-family: helvetica;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">2685-7189</span></span></span></span></span></span></a></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> p-ISSN: </span></span></span></span><a href="http://u.lipi.go.id/1353216962" target="_blank" rel="noopener"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">2302-9102</span></span></span></span></a></p> https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/448 PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT DAN AGAMA HINDU TERHADAP RADIKALISME 2022-06-28T06:14:29+00:00 IK Suparta supartaketut74@gmail.com Ni Nyoman Mastiningsih mastiningsih20@gmail.com <p>Berbagai peristiwa kekerasan mengatasnamakan agama bermunculan di daerah-daerah seperti di provinsi Sulawesi Tengah. Sulawesi Tengah merupakan provinsi intoleran nomor Dua tingkat nasional. Berdasarkan fakta inilah peneliti merasa tertarik untuk mengangkat penelitian tentang persepsi tokoh masyarakat dan Agama Hindu di Kota Palu terhadap radikalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi tokoh masyarakat dan Agama Hindu terhadap radikalisme dan upaya pencegahan terhadap berkembangnya paham tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengambilan data sekunder dan primer dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan penelusuran kepustakaan. Untuk mendapatkan informan ditentukan secara teknik purposive. Analisis datanya dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, kesimpulan dapat diambil setelah proses analisis deskriptif kualitatif dilakukan dan kemudian dilengkapi dengan beberapa penjelasan termasuk argumentasi. Berdasarkan penelitian maka hasil yang diperoleh bahwa persepsi Tokoh masyarakat dan Agama Hindu yaitu :1) Radikalisme merupakan paham yang menggunakan kekerasan. 2) Radikalisme merupakan paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, intoleransi, berdampak negatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta melawan hukum. 3) Ide radikalisme lebih berbahaya dari tindakan. 4) Organisasi Massa (Ormas) Hindu di Kota Palu belum ada yang terpapar radikalisme. 5) Radikalisme terjadi tidak hanya pada tingkatan organisasi besar tetapi juga ada pada tingkatan keluarga. Upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Radikalisme di Kota Palu meliputi: 1) Meningkatkan pembinaan kepada masyarakat Hindu. 2) Peningkatan pendidikan karakter pada pendidikan formal, informal maupun non formal. 3) Peningkatan keterampilan bagi para pemuda. 4) Peningkatan Kepekaan Sosial. 5) Penegakan Hukum yang adil. 6) Peningkatan pengawasan beredarnya buku pembelajaran yang mengandung nilai-nilai radikalisme.7) Peningkatan kehidupan keluarga yang harmonis dan 8) Perlunya filterisasi informasi. Dengan demikian berbahayanya penyebaran radikalisme di lingkungan masyarakat, menjadi kewajiban setiap warga negara untuk melakukan deradikalisasi.</p> 2022-06-28T03:44:14+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/432 FAKTOR PENGHAMBAT ADAPTASI MAHASISWA RANTAU DI KOTA PALU 2022-06-28T06:14:29+00:00 Agus Budi Wirawan agusbudiwirawan@gmail.com I Kayan Setiawan kayansetiawan099@gmail.com <p>Kota Palu sebagai ibu kota sekaligus merupakan pusat pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah. Mahasiswa yang menuntut ilmu di Kota Palu, berasal dari berbagai daerah. Asal mahasiswa tersebut diantaranya adalah mahasiswa Hindu yang berasal dari Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hidup merantau jauh dari orang tua menyebabkan mahasiswa Hindu harus menyesuaikan diri terhadap lingkungan tempat tinggalnya yang baru. Secara umum, kehidupan sosial di daerah asal mahasiswa Hindu adalah homogen. Sementara ketika merantau di Kota Palu, Mahasiswa Hindu harus berinteraksi dengan masyarakat heterogen dari berbagai aspek seperti suku, agama, ras dan latar belakang lainnya. Persoalan biaya hidup dan biaya kuliah, juga kerap menjadi hambatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah faktor penghambat adaptasi mahasiswa Hindu rantau asal Parigi Moutong di Kota Palu?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penghambat mahasiswa rantau di Kota Palu. Teori yang digunakan dalam membedah dua rumusan masalah tersebut adalah Teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) faktor penghambat yang dihadapi mahasiswa Hindu asal Parigi Moutong di Kota Palu meliputi biaya, jauh dari orang tua, interaksi dengan masyarakat atau relasi, tempat tinggal, menikah saat masih menempuh studi, cuti kuliah, kurangnya waktu istirahat, dan tugas akhir yang tertunda.</p> 2022-06-28T03:50:17+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/279 PERANAN PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA DALAM MENERAPKAN AJARAN BRAHMACARI ASRAMA PADA REMAJA HINDU DI DESA MALONAS KECAMATAN DAMSOL KABUPATEN DONGGALA PROPINSI SULAWESI TENGAH 2022-06-28T06:14:30+00:00 Ketut Yasini Ketutyasini@yahoo.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) peranan PHDI dalam menerapkan ajaran <em>Brahmacari Asrama</em> pada remaja Hindu di Desa Malonas, 2) kendala yang dihadapi oleh PHDI dalam menerapkan ajaran <em>Brahmacari Asrama</em> pada remaja Hindu di Desa Malonas, 3) upaya yang dilakukan oleh PHDI untuk mengatasi kendala dalam menerapkan ajaran <em>Brahmacari Asrama</em> pada remaja Hindu di Desa Malonas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Hasil Penelitian: Peranan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dalam menerapkan ajaran <em>Brahmacari Asrama</em> pada remaja Hindu di Desa Malonas, yaitu: a) memberikan motivasi, dan b) memberikan pembinaan secara berkesinambungan. Dalam melaksanakan perannya, PHDI Desa Malonas mengalami beberapa kendala, yaitu: a) kurangnya respon remaja, dan b) meningkatnya kasus kenakalan remaja. Berkaitan dengan kendala yang dihadapi PHDI dalam menerapkan ajaran <em>Brahmacari Asrama</em> pada remaja Hindu di Desa Malonas, maka upaya yang dapat dilakukan &nbsp;untuk mengatasi kendala tersebut, yaitu: a) PHDI Desa Malonas menjalin kerjasama dengan pihak sekolah, masyarakat, orang tua dan pasraman dalam menanamkan nilai pendidikan agama Hindu, dan b) PHDI Desa Malonas bekerjasama dengan pihak sekolah, masyarakat, orang tua dan pasraman melakukan pembinaan melalui kegiatan olah raga, <em>Dharma Gita</em> dan ajaran tentang susila.</p> 2022-06-28T04:05:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/434 PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN IPA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SEKOLAH DASAR 2022-06-28T06:14:30+00:00 Ni Made Mega Hariani nimademegahariani26@gmail.com Yulandariani Yulandariani yulanrn@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, problematika, dan solusi pembelajaran IPA pada masa pandemi COVID-19 di sekolah dasar. Jenis penelitian ini yaitu jenis penelitian kualitatif deskritif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA pada masa pandemi COVID-19 di sekolah dasar khususnya kelas V SD Inpres 1 Talise dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi <em>zoom meeting</em> dan <em>whatsApp group</em>, problematika yang muncul yaitu adanya perbedaan tingkat pemahaman siswa, siswa tidak memiliki <em>smartphone </em>sendiri, keterbatasan kuota internet, faktor pendekatan pembelajaran dan kompetensi guru, keterbatasan guru dalam mengontrol berlangsungnya pembelajaran IPA, kurangnya motivasi siswa dalam belajar, kurangnya kerjasama orang tua dan siswa, akses jaringan internet yang kurang memadai, serta solusi yang ditempuh yaitu dengan melaksanakan proses pembelajaran sesuai aturan <em>new normal </em>dengan berpacu pada protokol kesehatan, pembelajaran berlangsung secara tatap muka di sekolah dengan membatasi jumlah siswa yang datang, penugasan dikumpul langsung ke sekolah, mengaktifkan kelompok belajar, tetap menjalin komunikasi dengan orang tua siswa, serta mengoptimalkan kompetensi yang dimiliki guru.</p> 2022-06-28T05:30:49+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/469 SISTEM PENGELOLAAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK WIDYA KENCANA DI DESA MEKAR KENCANA KECAMATAN TOILI KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH 2022-06-28T06:14:30+00:00 Sugi Arti Gege sugiartigege7@gmail.com <p>Berdasarkan PP No. 27 Tahun 1990, pendidikan TK bukanlah persyaratan untuk memasuki pendidikan dasar, namun kenyataannya anak-anak mengalami kesulitan &nbsp;untuk &nbsp;memasuki &nbsp;pendidikan &nbsp;Sekolah &nbsp;Dasar &nbsp;(SD), &nbsp;jika&nbsp; tidak &nbsp;menempuh pendidikan TK terlebih dahulu. Oleh sebab itu, umat Hindu di Toili, dalam hal ini adalah tokoh-tokoh umat, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan para pegawai negeri (guru) yang ada di Toili berusaha mendirikan pendidikan TK di Toili. Pendidikan TK tersebut eksis hingga sekarang ini, di tengah-tengah persaingan dengan TK yang terlebih dahulu berdiri. Penelitian ini menggunakan tiga teori yakni: 1) Teori Neo Klasik, dan 2) Teori Kompensasi, dan 3) Teori Kompetensi. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Penentuan informan menggunakan <em>purposive</em>. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pendidikan TK Widya Kencana menerapkan proses-proses perencanaan (<em>planning</em>), pengorganisasian (<em>organizing</em>), penggerakan (<em>actuating</em>), dan pengontrolan <em>(controlling</em>). Usaha tersebut dilaksanakan dengan mendayagunakan komponen-komponen yang ada, seperti: 1) program kegiatan belajar dan kurikulum, 2) sarana prasarana, 3) pembiayaan/ keuangan, 4) kesiswaan, 5) kepegawaian, dan 6) masyarakat dan lingkungan. Faktor penghambat pengelolaan adalah: a) kompetensi tenaga pengajara, b) kompensasi kerja, c) minimnya sumber keuangan dan pandapatan lembaga. Sedangkan faktor pendukung pengelolaan adalah: a) internal: 1) keikhlasan tenaga pendidik, 2) adanya sarana prasarana yang memadai; b) eksternal: 1) dukungan umat sekitar, 2) kerja sama dengan lembaga lain.</p> 2022-06-28T05:33:39+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/425 REVITALISASI PENGELOAAN DAYA TARIK WISATA SPIRITUAL PURA PONJOK BATU BERBASIS CHSE DI DESA PACUNG, KECAMATAN TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG 2022-06-28T06:14:31+00:00 Nyoman Danendra Putra danendrap1206@gmail.com Pradna Lagatama pradnalagatama@gmail.com Komang Aman Wijaya komangamanwijaya@gmail.com Ni Putu Rika Sukmadewi rika.sukmadewi@gmail.com <p>Pengelolaan Pura Ponjok Batu sebagai daya tarik wisata sepiritual masih mengandalkan pengempon yang ada di areal Pura tersebut serta potensi wisata yang ada belum ditata secara optimal seperti sejarah pura, keberadaan mata airnya, informasi pasang surut air laut, toilet, ruang ganti, akses bagi penderita orang cacat serta fasilitas kesehatan bagi wisatawan. Dengan adanya kondisi pandemi Covid-19 maka dibutuhkan penerapan protokol kesehatan yang berbasis CHSE (<em>Cleanliness, Healty, Safety and Environment Sustainability</em>) di Pura Ponjok Batu.</p> <p>Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu rancangan kualitatif. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling. Analisis data dan penyajian hasil analisis data menggunakan tahap reduksi data, tahap penyajian data, tahap kesimpulan (verifikasi).</p> <p>Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi daya Tarik wisata Pura Ponjok batu yaitu wisata spiritual, wisat selfi, wisata tirta, wisata kuliner, wisata agro. Langkah-langkah yang dilakukan pengelola dalam menerapkan pengelolaan Pura Ponjok Batu sebagai daya tarik wisata yaitu menerapkan protokol kesehatan dan destinasi berstandar pada era new normal. Penerapan CHSE di Pura Ponjok Batu dalam pengelolaan daya tarik wisata dinilai potensial dalam mendorong terwujudnya pariwisata berkelanjutan dengan berpedoman pada Panduan pelaksanaan kebersihan, Kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan di daya tarik wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.</p> 2022-06-28T05:53:01+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/440 PERSEPSI MASYARAKAT HINDU TERHADAP UPACARA MENEK KELIH 2022-06-28T06:14:31+00:00 Ni Gusti Ketut Seruni gustiseruni544@gmail.com I Wayan Mudita iwayanmudita78@gmail.com Ketut Yasini ketutyasini@yahoo.co.id <p>Upacara <em>menek kelih</em> merupakan ungkapan rasa syukur orang tua, memohon keselamatan kehadapan <em>Sang Hyang Semara Ratih</em> agar diberikan jalan yang baik dan benar. Upacara <em>menek kelih</em> wajib dilaksanakan agar mejadi anak yang suputra. Sebagian masyarakat Hindu khususnya di Desa Tovalo tidak melaksanakan upacara <em>menek kelih</em>. Rumusan masalah:(1) Bagaimana Persepsi Masyarakat Hindu Terhadap Upacara <em>Menek kelih</em>?(2) Apa Faktor Penyebab Masyarakat Hindu Tidak Melaksanakan Upacara <em>Menek kelih</em>?.</p> <p>Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teori digunakan, teori persepsi dan teori perubahan sosial. Metode pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan study kepustakaan. Teknik analisis data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan. Penentuan informan secara Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil, Persepsi Masyarakat Hindu Terhadap Upacara <em>Menek kelih</em>:(1) Ucapan terima kasih kepada <em>Ida Sang Hyang Widhi,</em>(2) sebagai pembersihan,(3) Melepas masa kanak-kanak,(4) Ungkapan rasa syukur orang tua, (5) Perubahan tingkah laku. Persepsi tidak melaksanakan:(1) Kurang memahami pentingnya upacara <em>menek kelih</em>,(2) tidak perlu dilaksanakan secara terpisah. Faktor Tidak Melaksanakan:(1) Masyarakat tidak melaksanakan karena &nbsp;keluarga,(2) Masyarakat tidak melaksanakan karena faktor ekonomi,(3) kurangnya pembinaan &nbsp;tokoh umat kepada masyarakat Hindu.</p> 2022-06-28T06:06:52+00:00 ##submission.copyrightStatement##