https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/issue/feed Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu 2021-12-31T01:02:58+00:00 I Made Nuhari Anta, S.Pd.H., M.Pd imadenuharianta@gmail.com Open Journal Systems <p><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu</span></span></span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> adalah jurnal yang diterbitkan oleh STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah mengundang para peneliti, dosen dan ahli untuk mengirimkan artikel hasil penelitian dan pengabdian yang berkaitan dengan Agama dan Kebudayaan. </span></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2012 dengan terbitan setiap 6 bulan (dua kali petis) dan telah memiliki nomor e- ISSN: </span></span></span></span><span style="font-size: small;"><a href="http://u.lipi.go.id/1564454527" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-family: helvetica;"><span style="font-family: helvetica;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">2685-7189</span></span></span></span></span></span></a></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> p-ISSN: </span></span></span></span><a href="http://u.lipi.go.id/1353216962" target="_blank" rel="noopener"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">2302-9102</span></span></span></span></a></p> https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/426 EKSISTENSI PENDETA BUGIS (BISSU) DALAM KEBERTAHANAN TRADISI DI KECAMATAN SEGERI 2021-12-31T01:02:56+00:00 Ni Wayan Sri Rahayu niwayansrirahayu@gmail.com <p>This study talks about the survival of the Bugis priest (Bissu) in Segeri District, Pangkejene Kepuluan Regency (Pangkep). In the past, the existence of Bissu was marginalized because it was considered contrary to the teachings of Islam. Now the Bissu begin to show their existence not only in the fields of customs and culture but also in active activities in regional tourism. Researchers try to review the factors that cause Bissu to show its existence, how the role and function of Bissu and the implications of the existence of Bissu in Sagari District. This research uses local historical methods using the theory of existence and role theory. While the research method used is to use historical research methods. The results of the research that can be stated as follows 1) the factors that cause the Bissu in Segeri District can show its existence again, namely the existence of a government policy that is a protection for Bissu to continue to be able to carry out ancient Bugis traditions. It is also influenced by the development of regional tourism. 2) In addition to having a role in traditional ceremonial activities, now the Bissu are also the beauty salon (Indo'Botting), as sanggar guards, and Bissu who participate in the I La Galigo theater activities. 3) The implication of the existence of Bissu in the District of Segeri is that tourism activities can develop well, where the attractions carried out by Bissu are able to attract tourists not only local tourists but also the international level. In addition, with the continued existence of Bissu in Segeri District, traditional Bugis activities and traditions are still maintained today.</p> 2021-12-30T23:02:20+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/336 PERSEPSI MASYARAKAT HINDU TERHADAP TERHADAP NGABEN MASSAL 2021-12-31T01:02:56+00:00 Ratih Paraswati ratihparaswati29@gmail.com Gede Merthawan gmerthawan@gmail.com Ketut Yasini ketutyasini@yahoo.co.id <p>Masyarakat merasa terbebani oleh biaya dalam melaksanakan <em>ngaben</em> namun setelah adanya <em>ngaben massal</em> masyarakat dapat melaksanakan <em>ngaben</em> tanpa memikirkan biaya yang terlalu tinggi. Namun lain halnya di Desa Solo yang menganggap biaya <em>ngaben massal</em> sama dengan <em>ngaben</em> individu. Pokok permasalahan: (1) Bagaimanakah persepsi masyarakat Hindu terhadap <em>ngaben massal</em> di Desa Solo, Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan?. (2) Bagaimanakah tata cara pelaksanaan terhadap <em>ngaben massal </em>bagi masyarakat di Desa Solo, Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan?. Tujuan penelitian : (1) Untuk mengetahui persepsi masyarakat Hindu terhadap <em>ngaben massal </em>di Desa Solo, Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. (2) Untuk mengetahui tata cara terhadap <em>ngaben massal </em>bagi masyarakat di Desa Solo, Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara , dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, model data, penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Persepsi masyarakat Hindu terhadap <em>ngaben massal</em>, (1) untuk membayar hutang, (2) ngaben <em>sawa wedana</em>, (3) <em>ngaben asti wedana</em>, (4) <em>ngaben swasta, (5) upakara </em>ditanggung oleh panitia. Sedangkan tata cara pelaksanaan <em>ngaben</em> bagi masyarakat (1) tahap persiapan dan (2) tahap pelaksanaan</p> 2021-12-30T23:05:50+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/430 TUMPEK SEBAGAI PUNCAK PERADABAN UMAT HINDU 2021-12-31T01:02:56+00:00 Dewa Ngurah Diatmika dewadiatmika3@gmail.com Ni Nyoman Mastiningsih nyomanmastiningsih@gmail.com Ni Wayan Seriasih seriasih59wayan@gmail.com <p>Penelitian ini merumuskan bagaimana konsep tumpek berkaitan dengan puncak peradaban umat hindu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: Obeservasi dan Wawancara. Adapun hasil pengkajian merumuskan bahwa Tumpek dalam agama Hindu dikenal sebagai hari raya Hindu yang sangat unik, mengingat dalam penghitungannya selalu menggunakan puncak dari sapta wara, yakni saniscara puncak dari panca wara, sedangkan kliwon dan puncak dari wuku dari tumpek yang bersangkutan, yakni saniscara. Oleh karena tumpek dirayakan pada puncak dari sapta wara, panca wara, dan wuku yang menjadi nama suatu tumpek, maka sering juga dikenal sebagai puncak dari peradaban umat Hindu.</p> 2021-12-30T23:10:01+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/359 PEMAHAMAN MASYARAKAT HINDU TERHADAP UPACARA MEGEDONG-GEDONGAN DI DESA KAYU CALLA KECAMATAN KAROSSA KABUPATEN MAMUJU TENGAH PROVINSI SULAWESI BARAT 2021-12-31T01:02:57+00:00 I Ketut Subadi subadyoppo016@gmail.com I Ketut Suparta supartaketut74@gmail.com I Wayan Mudita iwayanmudita78@gmail.com <p>Upacara <em>megedong-gedongan</em> adalah upacara bayi dalam kandungan yang disucikan oleh umat Hindu. Masyarakat Hindu di Desa Kayu Calla Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah sebagian besar masyarakatnya tidak melaksanakan upacara <em>megedong-gedongan</em> tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimanakah pemahaman masyarakat Hindu terhadap upacara <em>megedong-gedongan</em> di Desa Kayu Calla Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat ?, 2. Apakah faktor penyebab masyarakat Hindu tidak melaksanakan upacara <em>megedong-gedongan</em> di Desa Kayu Calla Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat ?. Secara khusus tujuan diadakan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui pemahaman masyarakat Hindu terhadap upacara <em>megedong-gedongan</em> di Desa Kayu Calla Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat. 2. Untuk mengetahui faktor penyebab masyarakat Hindu tidak melaksanakan upacara <em>megedong-gedongan</em> di Desa Kayu Calla Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori persepsi dan teori perubahan social.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitiannya pemahaman masyarakat Hindu terhadap upacara <em>megedong-gedongan</em> di Desa Kayu Calla. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis data yang digunakanpenelitianinireduksi data, penyajian data, penarikan dan vrifikasi kesimpulan.</p> <p>Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan hasil yaitu : 1. Pemahaman masyarakat Hindu terhadap upacara <em>megedong-gedongan</em> di DesaKayu Calla yaitu: a) Upacara pembersihan terhadap janin yang masih berada dalam kandungan b) Upacara janin dalam kandungan agar janin mendapatkan berkah, dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, 2. Faktor penyebab masyarakat Hindu tidak melaksanakan upacara <em>megedong-gedongan</em> di Desa Kayu Calla adalah: a) Masyarakat tidak terbiasa melaksanakan upacara <em>megedong-gedongan </em>karena faktor orang tua yang tidak pernah melaksanakan pada saat masih tinggal di bali, b)Kurangnya pengetahuan masyarakat Hindu terhadap upacara <em>megedong-gedongan,</em> c)Kurangnya pembinaan dari tokoh-tokoh umat kepada masyarakat Hindu di Desa Kayu Calla.</p> 2021-12-30T23:14:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/419 PAJAK BERKEADILAN BERDASARKAN CATUR PURUSA ARTHA 2021-12-31T01:02:57+00:00 Untung Suhardi untungsuhardi18@gmail.com Kadek Hemamalini kadekhema@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan kesadaran masyarakat Hindu tentang pajak&nbsp; yang dihubungkan dengan konsep ajaran catur purusa artha. Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan paradigma interpretif yang dalam hal ini peneliti memahami makna sosial dari pelaksanaan perpajakan yang dikontekstualisasikan dalam kehidupan dengan menggunakan teori Hermenutika Gadamer. Dari hasil kajian yang dilakukan menurut Arthasastra maupun Manawa Dharmasastra secara jelas menyatakan bahwa pajak memang diperkenankan dalam Hindu. Hal yang penting, pajak dalam ajaran Hindu merupakan&nbsp; sebuah kegiatan yadnya, yaitu kegiatan tulus ikhlas yang ditujukan sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian warga masyarakat terhadap negaranya. Ajaran catur purusa artha membawa keseimbangan dharma agama dan dharma Negara dalam mendorong umatnya agar memiliki kesadaran membayar pajak sebagai wujud nyata kewajiban setiap warga negara untuk membantu pembangunan bangsa seutuhnya</p> 2021-12-30T23:18:04+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/412 PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) KELAS V SDN INPRES 3 TONDO PALU 2021-12-31T01:02:57+00:00 Gusti Ayu Made Widyawati ayu.gusti200397@gmail.com Ni Made Mega Hariani nimademegahariani26@gmail.com I Wayan Budiagus Putrayasa iwayanbudiagus1986@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA melalui penerapan model <em>Problem Based Instruction </em>(PBI) kelas V SDN Inpres 3 Tondo Palu. Metode yang digunakan adalah penelitian PTK yang menggunakan dua siklus yang terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan <em>refleksi</em>. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa dengan penerapan model<em> Problem Based Instruction </em>(PBI) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada hasil <em>post test</em> dengan persentase daya serap klasikal 78,3%, ketuntasan belajar klasikal 83,3% dan angket motivasi dengan persentase 86,1% pada siklus I, sedangkan pada siklus II <em>post test </em>dengan persentase daya serap klasikal 88,2%, ketuntasan belajar klasikal 94,4% dan angket motivasi semua siswa memenuhi kriteria keberhasilan (100%). Sehingga dapat disimpulkan penerapan model <em>Problem Based Instruction </em>(PBI) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SDN Inpres 3 Tondo Palu.</p> 2021-12-31T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stahds.ac.id/widyagenitri/article/view/428 PERAN ORANG TUA SISWA HINDU SDN 2 TATURA DALAM PEMBELAJARAN DI RUMAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 2021-12-31T01:02:57+00:00 I Kayan Setiawan kayansetiawan099@gmail.com Ketut Yasini ketutyasini@yahoo.co.id I Nyoman Suparman nyomansuparman999@gmail.com <p>Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor pendidikan sehingga adanya penerapan kebijakan belajar dari rumah, salah satunya adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tatura. Penelitian ini mengangkat tiga permasalah yaitu: 1) Peran orang tua dalam pembelajaran dari rumah; 2) Faktor penghambat orang tua dalam pembelajaran dari rumah; 3) Faktor pendukung orang tua dalam pembelajaran dari rumah. Ketiga permasalahan tersebut akan dibedah menggunakan teori peran, teori behavioristik, dan teori fungsionalisme struktural.</p> <p>Hasil penelitian ini adalah: 1) Peran orang tua dalam pembelajaran dari rumah meliput: a. Peran aktif terdiri dari pemberian bimbingan belajar, penghubung antara anak dengan guru, dan sebagai fasilitator; b. Peran partisipatif terdiri dari pemberian fasilitas belajar, memeriksa tugas belajar anak, dan mendampingi anak belajar; c. Peran pasif terdiri dari mengingatkan anak untuk disiplin dan mengingatkan anak untuk menerapkan hidup bersih dan sehat. 2) Faktor penghambat orang tua dalam pembelajaran dari rumah meliputi: a. Orang tua kurang memahami materi;&nbsp; b. Kurangnya minat belajar anak dalam pembelajaran dari rumah. 3) Faktor pendukung orang tua dalam pembelajaran dari rumah meliputi: a. Tingkat pendidikan orang tua yang memadai; b. Materi mudah diakses di google dan youtube; c. Pemberian motivasi belajar kepada anak; d. Tersedianya fasilitas belajar yang memadai.</p> 2021-12-30T23:29:58+00:00 ##submission.copyrightStatement##